TANGGAL 4, 5, 6 MARET 2011
Disusun sebagai pemenuhan Tugas Bidang Studi Bahasa Indonesia
Oleh
ISMOKO PUTRA
SMP NEGERI 1 PANARUKAN
2010 – 2011
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah atas kasih karunia Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Perjalanan Program Study Tour.
Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas bidang studi Bahasa Indonesia. Laporan ini tidak bisa selesai tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis menyampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Bapak Raqiban selaku guru pengajar bidang studi bahasa Indonesia yang telah memberikan arahan selama proses mengajar sedang berlangsung.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Penulis menyadari bahwa laporan ini belum sempurna. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan untuk menjadikan lebih baik lagi dikemudian hari.
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
1.2. Tujuan laporan
1.3. Manfaat
BAB 2. KUNJUNGAN KE OBYEK WISATA
2.1. Keraton Jogjakarta
2.2. Candi Borobudur
2.3. Salak Pondo
2.4. Monumen Jogja Kembali
2.5. Malioboro
2.6. Hotel Rama Shinta
2.7. Musium Dirgantara
2.8. Oleh-oleh khas jogjakarta
2.9. Candi Prambanan
2.10. PGS (Pusat Grosir Solo)
Bab 3. PENUTUP
3.1. Kesan
3.2. Pesan
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Sesuai dengan program kerja Osis SMP Negeri 1 Panarukan yang telah melaksanakan program kegiatan Study Tour, hal ini adalah program khas tahunan keluarga besar SMP Negeri 1 Panarukan. Program ini hanya diwajibkan bagi kelas Vlll khususnya sekaligus menambah bidang studi Bahasa Indonesia, IPS dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Hal ini dilakukan agar saya dapat merasakan senangnya berwisata bersama teman-teman dalam perjalanan untuk menikmati suasana ditempat tujuan yaitu Jogjakarta sambil mengerjakan tugas.
1.2. Tujuan laporan
Agar saya menyempatkan diri untuk mengerjakan tugas berupa sebuah laporan perjalanan, khususnya perjalanan yang telah saya lakukan selama study tour ke Jogjakarta dan juga menenangkan saya untuk berwisata sambil mengisi waktu kosong di luar sekolah demi pembuatan laporan ini.
1.3. Manfaat
Disana saya mendapatkan sebuah pengetahuan mengenai sejarah dan wawasan serta disana saya dapat mengetahui candi-candi yang ada disana dan saya pun dapat menemukan macam-macam batik khas yang ada di Indonesia khusussnya yang tertera pada kota Jogjakarta.
Agar saya dapat berkumpul bersama dengan teman supaya lebih akrab, dan saya mengetahui desa yang terkena banjir lahar dingin yang telah di ceritakan melalui TV mengenai lokasi kejadian.
BAB 2
KUNJUNGAN KE OBYEK WISATA
Sebelum keberangkatan berlangsung tak lupa bapak dan ibu Guru yaitu salah satunya adalah ibu Linawati telah mengabsen satu persatu para siswa-siswinya yang telah mengikuti program Study Tour. Hal ini dilakukan agar siswa-siswinya bisa duduk secara teratur tanpa memperebutkan tempat duduk yang telah ditentukan sebelumnya oleh panitia Study Tour dan tak lupa pula Bapak Raqiban telah memberikan pengarahan serta berdo’a secara bersama-sama demi keselamatan selama pemberangkatan dalam perjalanan sampai halnya tiba di rumah nanti.
Bus yang saya tempati adalah Bus Gunung Harta. Bus ini merupakan Bus Pariwisata dengan fasilitas yang dilengkapi oleh toilet, tempat tidur, tempat penyimpanan air, tempat Carger Handphone, TV LCD.
Setelah Bus berangkat pada pukul 17.00 menuju tempat ibadah untuk shalat maghrib terlebih dahulu di Masjid Jamik Almukminah di Kraksan. Setelah shalat maghrib saya kembali ke Bus untuk meneruskan perjalanan selanjutnya. Selama dalam perjalanan akhirnya saya bisa tidur dengan nyenyak tapi tak lama kemudian teman sebangku aku masuk angin muntah-muntah akhirnya aku pun pindah tempat duduk berderetan dengan bapak dan ibu guru yaitu duduk di depannya Pak Raqiban, nah disana saya tidak bisa tidur lagi sampai pada akhirnya tiba di rumah makan Pagi Sore di Pasuruan. Disana saya makan bersama teman-teman, setelah makan kemudian langsung kembali ke dalam Bus untuk dilakukan absen sambil meneruskan acara perjalanan selanjutnya yaitu menuju Hotel Rama Shinta, kami semua disuruh tidur selama dalam perjalanan agar keesokan hari ketika sedang menuju ke berbagai obyek wisata dimana para siswa-siswi tidak merasa kecapean bahkan kondisi tubuh bisa Vit dan pulih kembali.
Saya tiba di Hotel Rama Shinta pukul 07.42, kelompok saya ngantri beserta pula kelompok lainnya untuk mengambil kunci kamar, selepas itu saya mandi terlebih dahulu kemudian makan pagi untuk persiapan menuju obyek wisata yang pertama yaitu objek Wisata Keraton Jogjakarta.
2.1. Keraton Yogyakarta
Setelah saya sampai di keraton saya dan teman lainnya berkumpul untuk antri agar dapat masuk, disana sebelum masuk saya dan lainnya di perintahkan untuk baris berdua,setelah itu saya dan lainnya di suruh kumpul kembali oleh Bapak Raqiban supaya tidak ber pencar.
Disana saya dan teman saya dibimbing oleh guru dan ibu petugas obyek wisata, saya di tunjukkan mengenai apa yang ada di keraton,dan juga saya dan teman lainnya di ajak ke tempat penjualan buku tentang keraton yang berjudul “Arti Keraton Jogjakarta” isinya sebagai berikut:
Keraton Jogjakarta merupakan tempat bersemayam ratu-ratu atau datu-datu sehingga bisa dikatakan sebagai sebuah istana yang banyak mengandung arti dalam hal keagamaan baik berarti secara ilmu filsafat maupun dalam arti ilmu cultural (kebudayaan).
Sesungguhnya Objek Wisata Keraton Yogyakarta penuh dengan arti bangunannya. Secara ilmu arsitekdalam arti bangunannya, letak bangsal-bangsalnya, ukiran-ukirannya, hiasannya dan warna gedungnya mempunyai arti masing-masing. Pohon-pohon yang ditanam didalamnya pada halaman bangunan-bangunannya itu bukanlah pohon sembarangan. Semua yang terdapat di sana seakan-akan dapat memberikan nasehat kepada kita untuk cinta dan menyerahkan diri kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, berlaku sederhana dan tekun, berhati-hati dalam bertingkah laku sehari-hari dan lain-lain. Sri Sultan Hamengku Buwono I merupakan arsitek dari keraton.Waktu masih usia muda, baginda bergelar sebagai Pangeran Mangkubumi Sukowati sebagai nama julukannya, menurut Dr. F. Pigeund dan Dr. L. A dam dalam Majalah Jawa tahun 1940: “De Bouw Meester Van Zijn Broer Sunan P.B II” (arsitek dari kakanda Sri Sunan Paku Buwana II).
Kompleks Objek Wisata Keraton terletak di tengah-tengah tetapi daerah keraton membentang antara Sungai Code dan Sungai Winanga, dari arah utara dan selatan adalah terdapat Tugu sampai Krapyak. Menurut cerita nenek moyang kita menjelaskan bahwa pada zaman dahulu nama kampung-kampungnnnya telah memberikan bukti yang sangat jelas kepada kita bahwa terdapat hubungan antara penduduk kampung dengan tugas diobjek wisata keraton.
Daerah keraton terletak di hutan Garjitawati dekat Desa Beringin dan Desa Pacetokan. Daerah ini dianggap kurang memadai untuk bangunan sebuah keraton dan bentengnya maka aliran Sungai Code dibelokkan sedikit ke arah timur dan aliran Sungai Winanga dibelokkan sedikit ke arah barat. Setelah menikmati suasana di keraton saya dan lainnya kembali ke Bus untuk meneruskan perjalanan ke candi Borobudur.
2.2. Candi Borobudur
Candi Borobudur terletak di kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah. Candi Borobudur dibangun dikaki pegunungan monoreh. Candi Borobudur merupakan salah satu keajaiban dunia warisan budaya dunia nomor 592. Candi Borobudur dibangun sejak abad 8 M dan didirikan pada masa pemerintahan Raja Samaratungga. Candi Borobudur merupakan candi peninggalan agama budha. Pada bagian-bagiannya candi Borobudur terdapat stupa dan patung budha Gautama. Candi Borobudur merupakan candi terbesar yang berukuran 123 m X 123 m. Candi ini menceritakan sebuah kisah Ramayana dan tak lupa pula sebelum memasuki candi, di samping kiri juga terdapat sebuah gunung yang menyerupai seorang sedang tidur menghadap ke arah barat dan ke arah timur. Di tempat pintu keluarnya juga terdapat pertunjukan museum, di dalamnya terdapat orang terkecil dan topeng terkecil. Sayang kita tidak dapat menontonnya yang dikarenakan waktunya terbatas. Setelah menikmati suasana di Borobudur kita kembali ke Bus untuk makan siang terlebih dahulu, setelah itu melanjutkan perjalanan menuju tujuan wisata berikutnya yaitu ke tempat pembelanjaan salak pondo.
2.3. Salak Pondo
Tempat penjualan salak pondo terletak di wilayah Sleman Jogjakarta Provinsi Jawa Tengah. Salak pondo merupakan salah satu buah khas hasil tanaman Jogjakarta, disini kita dapat merasakan rasa salak pondo yang sebenarnya yaitu berasa manis dan kita dapat melihat banyak pedagang menjual salak pondo serta dapat menyicipinya sebelum membelinya dengan harga bisa ditawar. Sebagai rasa terima-kasih terhadap orang tua, saya membeli salak pondo untuk oleh-oleh keluarga dan sebagian lagi dimakan dalam perjalanan dan di hotel tempat peristirahatan. Setelah membeli salak pondo semua teman diwajibkan untuk kembali ke Bus untuk melanjutkan perjalanan ke Monumen Jogja Kembali.
2.4. Monumen Jogja Kembali
Monumen Jogja Kembali merupakan sebuah tempat wisata yang di dalamnya terbagi menjadi tiga lantai yaitu Lantai 1 terdiri dari senjata jaman dahulu yang digunakan untuk melawan penjajah yaitu diantaranya terdapat bamboo, granat dan lainnya. Lantai 2 terdiri dari patung pahlawan yang berisi tentang pembahasan proklamasi dan lainnya. Lantai 3 terdapat sepeda tua jaman dahulu dimana pahlawan memegang bambu sambil mengukir sesuatu serta di dalamnya juga terdapat sebuah bendera. Dilihat dari luar Monumen Jogja Kembali itu terdapat kolam dan permainan perahu, dipintu masuk dan keluarnya juga terdapat sebuah Meriam Patung. Setelah saya mengetahui monumen ini saya kembali ke Bus untuk melanjutkan perjalanan ke malioboro.
2.5. Malioboro
Malioboro merupakan pusat pembelanjaan yang paling terkenal di Jogjakarta sehingga jalannya dipenuhi antrian. saya menghabiskan waktu di pasar ini untuk shoping dan lainnya. Di pasar ini saya dan lainnya mendapat pengarahan dari guru pendamping bahwa pasar ini sangat rawan pencopetan maka dari itu selama di Malioboro kita harus selalu extra hati-hati. Selain itu saya juga diwajibkan untuk saling tawar menawar bersama penjual dalam melakukan pembelian barang yaitu misalnya menawar dengan setengah harga dari harga yang ditawarkan oleh penjual barang tersebut. Hal ini dilakukan agar saya dan teman-teman terhindar dari kerugian atau penipuan. Setelah saya asik Shoping di Malioboro saya dan semua teman pergi kembali ke Bus untuk melanjutkan perjalanan berikutnya yaitu ke Hotel Rama Shinta.
2.6. Hotel Rama Shinta
Setelah Shoping di Malioboro akhirnya saya sampai di Hotel Rama Shinta tepat pada pukul 19.07, saya mandi dahulu setelah itu saya dan teman lainnya berkumpul untuk melakukan makan malam di hotel Rama Shinta. saya malam ini harus tidur karena besok akan melanjutkan obyek wisata berikuutnya. Tetapi keramaian ada disuatu kamar, sampai-sampai ada salah satu teman yang telah kehilangan uang setelah bergurau bersama teman lainnya. Salah satu guru yaitu Bapak Sadun mendatangi kamar yang di dalam anaknya gurau dan sebagian juga kamar yang ditempati anak yang gurau dikunci pintu dari luar. Guna anak-anak tidak kecapean dan mengganggu kamar lainnya.
Di waktu pagi setelah subuh anak-anak mulai bangun dari tidurnya untuk mempersiapkan pakaiannya karena sebentar lagi setelah saya makan pagi kami akan meneruskan perjalanan tujuan berikutnya yaitu Musium Dirgantara dan langsung cek out dari hotel dan sebelumnya memberi kunci kamar pada pemilik hotel. Setelah memberi kunci kamar pada pemilik hotel, kami berkumpul di Bus mengecek kunci kamar apa sudah dikembalikan sambil mengecek barang kemungkinan terdapat sesuatu yang tertinggal, apabila tidak ada kami akan meneruskan perjalanan kembali yaitu ke Museum Dirgantara.
2.7. Musium Dirgantara
Di Museum Dirgantara terdapat banyak pesawat terbang. Pesawat ini dahulu kala pernah dipakai untuk bertempur, musiumnya sangat luas dan terdapat miniaturenya. Di dalam museum ini terdapat juga penyewaan foto berpakaian pilot dan juga terdapat gambaran tentang pesawat terbang baik saat penerjunan maupun pembuatan pesawat terbangnya serta terdapat pula macam-macam kamera yang pernah digunakan pada zaman dahulu. Pintu keluarnya terdapat penjualan mainan pesawat terbang dan pakaian pilot. Selain itu di luar terdapat pesawat yang sudah tua yang tidak bisa dipakai lagi,, begitu juga sama dengan yang di dalam. Di luar saya dapat melihat pesawat lepas landas ketika sedang mau turun dengan ketinggian kira-kira 100 meter. Setelah saya asyik berada di Museum Dirgantara, saya kembali ke Bus untuk melanjutkan perjalanan ke oleh-oleh khas jogja.
2.8. Oleh-oleh Khas Jogja
Tempat oleh-oleh khas Jogja hanya bisa kita kunjungi di Djava tepatnya terletak di Jalan Adisucipto KM 8.5. Di sini kita dapat memilih makanan apa saja yang ada di dalamnya. Maksudnya Djava ini tempat pembelanjaan yang sangat terkenal di Jogja dibandingkan lainnya. Tempat ini terdapat banyak oleh-oleh khas Jogja salah satunya yaitu bakpia. Di tempat ini saya hanya membelikan oleh-oleh keluarga berupa kripik jamur tiram. Dilihat dari fasilitas yang terdapat pada pertokoan ini sangatlah lengkap dan memuaskan pelayanannya. Kami merasa dilayani dengan baik, semua makanan di sini saya lihat produksinya masih sangat baik sekali jauh dari kadaluarsanya sehingga sangat aman untuk dikonsumsi. Setelah membeli oleh-oleh khas Jogja untuk keluarga, saya dan teman-teman kembali ke Bus untuk melanjutkan perjalanan ke candi prambanan.
2.9. Candi Prambanan
Candi prambanan merupakan bangunan suci agama siwa. Candi Prambanan terletak di wilayah Sleman Yogyakarta Provinsi Jawa Tengah. Candi ini dibangun pertengahan abad ke 9. Candi ini merupakan Candi Roro Jonggrang dari suatu legenda. Roro Jonggrang adalah putri cantik dari Raja Baka. Beliau tidak mau menikah bersama Bandung Bandawasa tetapi lebih memilih menjadi batu daripada harus menikah dengannya. Candi Prambanan terdapat banyak bagian-bagiannya yaitu Candi Bako, Candi Nadi dan lain-lain. Setelah keliling di Candi Prambanan kita kembali ke Bus untuk melanjutkan perjalanan ke tempat makan. Lamanya perjalanan akhirnya kita tiba di Restoran Taman sari untuk makan siang. Walau cuaca tidak bersahabat kesenangan selalu tetap ada dan terlimpahkan. Setelah makan saya kembali ke Bus untuk meneruskan perjalanan ke PGS(pusat Grosir Solo) tetapi sebelumnya dilakukan pengabsenan terlebih dahulu.
2.10. PGS (Pusat Grosir Solo)
PGS terletak di kota Solo khususnya Provinsi Jawa Tengah. PGS adalah pusat pembelanjaan terbesar di kota Solo padahal sama dengan di Malioboro. PGS yaitu sebuah pasar yang menjual aneka ragam khas Jawa Tengah yang berupa sebuah batik dan lainnya. Sayangnya saya tidak bisa membawa oleh-oleh khas solo pasar kelewer. Hal ini dikarenakan uang belum memenuhi. Tapi bukan hanya itu, di sana saya dan teman saya walau tidak berbelanja kita bisa jalan-jalan bersama melihat batik-batik yang dijual sambil menghabiskan waktu untuk keliling bersama teman-teman. Disana saya juga dapat melihat pemandangan dari tempat makan di atas yaitu chicken, saya dan teman disana duduk-duduk sambil minum dengan melihat pemandangan yang ada dibawa.
Ramainya orang-orang yang berada di sana membuat jalanan macet karena berbelanja dan juga warga sana menarik penumpang untuk menaiki becak atau kuda dengan sembarangan, kotoran dari kuda itu membuat saya tidak nyaman dan bau. Hal yang membuat kami tidak betah yaitu bau kencing kuda dan kotorannya. Walau ada tempat untuk pembuangannya tetapi baunya masih tercium dan akhirnya saya dan teman lainnya kembali menuju Bus untuk melanjutkan perjalanan pulang ke situbondo.
Setelah saya menikmati suasana di pasar PGS, selanjutnya kami diberi tugas untuk persiapan meninggalkan kota Solo. Setelah kami semua siap, Bapak Raqiban kembali mengecek para murid dan barang-barang khawatir tertinggal. Setelah semua selesai kami mulai perjalanan pulang ke situbondo Panarukan. Selama perjalanan di Bus ramai, hal ini karena melihat bus 2 jungkrak-jungkrik akibat teman-teman disko. Mulailah bus 1 yang ditumpangi saya jungkrak-jungkrik juga.
Selama perjalanan kebersamaan selalu ada, apalagi selama perjalanan ada Bencong ngamen akibatnya semua anak nempel didekat kaca melihatnya sambil ketawa, lucunya perjalananan akibatnya saya kecapean. Setelah lama perjalanan akhirnya kami tiba di Restoran Warung Jawa 2 Ngawi untuk makan malam. Setelah makan saya dan teman lainnya kembali ke Bus untuk meneruskan perjalanan pulang ke situbondo.
Setelah semua kembali ke bus, kembali mengecek anak-anak,setelah selesai,lalu melanjutkan perjalanan kembali ke situbondo, karena tengah malam ngantuk akhirnya tertidur sesampainya di Pasuruan tiba-tiba Busnya berhenti,saya bangun dari tidur lalu bertannya pada teman kenapa,ternyata katanya karena sopir bus 2 ngantuk. Akhirnya Bus 1 menunggu di Pasuruan di suatu masjid. Setelah lama menunggu kurang lebih sekitar 2 jam Bus baru berangkat kembali melanjutkan perjalanan, lama kemudian kami sebelumnya menuju ke suatu masjid untuk shalat subuh.
Setelah itu melanjutkan kembali ke situbondo, selama perjalanan saya ditannya turun dimana,setelah menjawab saya di suruh pindah ke depan untuk persiapan turun dari bus, di sana saya ditanyakan setelah pulang mau sekolah atau tidak. Setelah menjawab dan akhirnya tiba di kembang sambi sekitar pukul 07.32 terlambat dari jadwal yang telah diberikan, saya turun dari bus lalu mengambil tas.
Inilah perjalanan saya.
BAB 3
PENUTUP
3.1. Kesan
Saya senang mengikuti program study tour ini, karena dapat berkumpul bersama teman. Saya dapat jalan-jalan mengelilingi kota Jogjakarta dengan teman, dan juga saya senang dapat shooping bersama teman.
Disana saya dapat keluar bebas tanpa bimbingan dari orang tua, walau perlu hati-hati saya dapat membeli dengan pilihan terserah dari keinginan. Sayangnya saya shooping itu perlu ngelihat sisa uang yang ada untuk buat sisa nanti.
3.2. Pesan
Memang rugi bagi anak yang tidak mengikuti program study tour ini, karena tidak dapat merasakan senagnya berstudy wisata bersama teman sekolah. Tapi tidak apa-apa walau tidak mengikuti program ini di wajibkan melakukan perjalanan sendiri guna dapat mengerjakan tugas laporan perjalanan yang diberikan.
Walau telah melakukan perjalanan buatlah laporan perjalanannya guna untuk memenuhi tugas.